Rabu, 13 Mei 2009

INDONESIA FOR THE FUTURE


FOR OUR LEADER :

"INDONESIA must learn from the past, and plan for the future but the most important thing must focusing exclusively on the present. INDONESIA must carry basically the same message, that is unity, love, compassion and forgiveness for this Global World
"


"We who love the world as our body may be entrusted with the nation and We cannot always build the future for our nation, but we can build our nation for the future.......INDONESIA FOR THE FUTURE"

Jumat, 10 April 2009

Iklan Pakistan Airlines 1979 dan WTC (9/11) ?


Peristiwa tragedi WTC hingga saat ini bagi beberapa kalangan masih meragukan siapa pelaku sebenarnya. Ada beberapa pendapat yang saling bertentangan mengenai motif dan siapa pelakunya.Dan secara kebetulan peristiwa tragedi WTC ini pernah terekam dalam sebuah bentuk iklan yang ditayangkan tahun 1979. Inilah sebuah gambar iklan dari suatu perusahaan penerbangan Pakistan pada tahun 1979.
Seperti yang para pemerhati lihat, bayangan sebuah pesawat yang mengarah kepada dua gedung tinggi, serta di pojok kiri atas juga terpaparkan kota New York. Suatu kebetulan atau iklan ini memberikan ide bagi pelaku tragedi WTC 9/11 ?

Selasa, 07 April 2009

Awasi Anak Anda Ketika Menyentuh Video Games

Masa kanak-kanak merupakan masa di mana si anak mengalami masa pengenalan dan selanjutnya masa mempelajari tentang segala hal dilingkungan sekitarnya.Dan ketika menginjak remaja selain masa pembelajaran berlanjut tetapi berlanjut dengan masa pencarian jati dirinya. Anak-anak sangat tertarik dengan berbagai hal yang langsung disaksikan di depan matanya. Apakah itu baik atau buruk, tetap saja ia akan pelajari. Oleh karena itu si anak sebaiknya diperhatikan mengenai aktifitasnya sehari hari. Mungkin seorang anak sedang bersantai menonton TV atau main game. Tetapi berhati hatilah terhadap materi-materi yang disampaikan oleh tayangan TV atau game tersebut.Karena isi tayangan TV atau game yang langsung disaksikan ini dapat merubah pola pikir anak tersebut hingga dewasa.


Dalam pembahasan disini saya membatasi diri bukan sebagai seorang pengamat perilaku atau psikolog,tapi saya lebih berupaya mengeluarkan pemikiran atas dasar sebagai seseorang yang prihatin karena keterbukaan globalisasi bukan membawa "perbaikan" tapi lebih membawa "kehancuran" dunia, terutama terhadap moral atau akhlak .

Seperti awal pembahasan saya diatas , saya akan mengambil contoh salah satunya video games.Kenapa video games ?Karena video games ini paling digemari segala usia termasuk anak-anak, dan sedihnya video games ini bisa mempengaruhi pola pikir seorang anak. Bahkan di usia remaja atau dewasa pun masih bisa berpengaruh. Dalam pembahasan artilel saya sebelumnya di blog ini, saya ada cerita mengenai "Columbine School Massacre", yaitu mengenai dua anak SMA remaja yang menembaki beberapa puluh temannya akibat dendam emosi akibat gemar bermain game tembak tembakan yang waktu itu dikenal dengan game "Doom".Menyedihkan bukan ?

Sehingga saya berpendapat ketika seorang anak sedang bermain, perhatikanlah apa yang ia mainkan. Walaupun anda kurang suka atau kurang mengerti atau bahkan sama sekali tidak mengerti soal video games, cobalah untuk mempelajari mengenai dunia video games di era kini. Coba kita ambil contoh, Grand Theft Auto, pemain game manapun akan tahu game ini. Ini merupakan game populer karena di game ini si pemain menjadi seorang kriminal dan terlibat dalam pembunuhan, narkotika, bahasa senonoh, dan materi vulgar lainnya yang seharusnya dimainkan oleh dewasa tetapi kenyataannya banyak anak setingkat SD ikut bermain.Tapi apakah berarti kita melarang anak bermain video games ?Tidak, biarkan si anak bermain video games untuk kesenangan mereka,terutama yang melatih daya kreatifitas si anak. Hanya berhati hatilah apabila kesenangan itu berhubungan dengan kevulgaran. Usahakanlah untuk mengerti soal game-games di masa kini terutama mengenai buruk dan tidaknya isi game tersebut. Memang di setiap game dicantumkan batas umur berapa yang boleh bermain, jadi sebenarnya sudah diperingatkan oleh pembuat gamenya. Karena di luar negeri diawasi apabila seorang anak di bawah umur bermain atau hendak membeli games yang tak sesuai dengan batas umur game tersebut atau disebut dengan "Rating(s)".Walaupun kadang kecolongan juga. Tetapi saya melihat di Indonesia hal ini tidak diawasi . Batas umur tak terlalu dipentingkan atau bahkan dipalsukan. Tidak ada yang mengawasi apabila seorang anak membeli dan bermain game yang di atas batas umurnya.Jadi menurut saya coba perhatikan dan hindarkan games yang berpengaruh buruk dengan memperhatikan game apa yang diinginkan si anak. Pelajari dan lihat dahulu isi gamenya.

Dekatkanlah anak-anak anda terhadap games yang lebih memiliki materi yang sesuai dengan umur anaknya atau lebih bagus yang mempunyai unsur edukasi. Usahakan apabila si anak ingin memulai pemahamannya mengenai dunia video games, ajarkanlah tata krama serta berikanlah games yang memiliki materi sesuai umurnya. Karena masa kecil si anak lebih berstimulan otaknya untuk menerima apapun yang disaksikannya. Awasilah apa yang ia mainkan, karena masa depannya sungguh berpengaruh terhadap apa yang disaksikannya di masa kecil.Jangan hancurkan masa depan si anak, karena ini akan membawa kehancuran bangsa kita, yaitu bangsa Indonesia yang berbudaya tata krama luhur.

Senin, 06 April 2009

Subliminal Message dalam Dunia Media Massa

Kita telah mengenal media massa sebagai fasilitas yang memadai dan merupakan sesuatu "masterpiece" dari kemajuan teknologi dalam masa GLOBALISASI. Dengan media massa, kita mudah mendapatkan berbagai informasi atau menyebarkan informasi, atau sebagai sarana penghibur. Berbagai macam bentuk media sudah kita kenal serta mudah didapatkan oleh semua orang dalam semua kalangan. Ya, seperti TV, radio, koran, video games, internet, HP, atau bahkan blog. Dengan internet misalnya, kita dapat mengakses atau menyebarkan informasi dari dan ke manapun dengan mudah, dan kita dengan mudah bisa menikmati fasilitas hiburan di waktu senjang. Tetapi dari semua keuntungan yang berlimpah ini, adakah dampak buruknya? pastinya......

Kita mulai dari yang semua ketahui.
Beberapa media massa seperti TV atau film, membawa manusia ke dunia hiburan di mana secara tak sadar, apakah itu dari kaum berpendidikan atau tidak, akan mempengaruhi jalan berpikirnya seseorang. Film-film action, horror, thriller atau isi yang vulgar dan membawa kesadisan dapat membawa persepsi manusia menuju interaksi mereka terhadap kehidupan mereka.Seperti contohnya kasus "Smackdown" yang memakan korban anak-anak di Bandung dan daerah lainnya.....kita semua mengetahui itu kan? Maksudnya, dampak seperti ini sudah seharusnya dijelaskan di dunia pendidikan terutama dalam pelajaran budi pekerti atau sosiologi dalam sekolah misalnya. Perlu diajarkan , bahwa media massa dapat memberikan "wawasan dan pemahaman hidup" kepada para pengguna media massa sesuai dengan imajinasi mereka. Seperti sinetron yang isinya percintaan, harta, menangis, amarah, yang maksudnya memberikan hiburan kepada para penonton , tapi dampaknya bisa mempengaruhi emosional atau pola pikir seseorang. Atau dalam dunia video games yang berisikan aksi sadis dan kekerasan, walaupun game ini diberi batas umur tetapi tetap saja dikonsumsi oleh berbagai kalangan (contoh: Grand Theft Auto). Game ini memberikan persepsi imajinatif kepada pola pikir pemain game.Sebagai contohnya kejadian yang menimpa Amerika yang dikenal dengan "Columbine High School Massacre", suatu peristiwa yang diakibatkan 2 penembak yang terpicu emosinya untuk menembak teman-temannya sendiri karena pengaruh bermain game Doom yang saat itu dikenal sebagai game tersadis dan memuja setan namun seru untuk dimainkan. Ini semua intinya media massa dapat mengajarkan pola pikir, bahasa, dan gaya hidup yang bisa tidak patut diterapkan di kalangan manapun.

Dari yang saya ketahui, dunia informasi dalam media cetak atau dalam berita-berita aktual di TV atau radio dapat kita amati. Hampir tiap hari kita dengar istilah......"TAWURAN", "MUTILASI", "POTONGAN MAYAT KORBAN.....", "PEMBUNUHAN", "ABORSI", "DITEMUKAN MAYAT SEORANG BALITA.....". Apa nggak mual karena setiap hari dijejelin berita yang isinya seperti itu ? Bayangin, misalnya para pembacanya punya anak masih SD, dan guru mengajarkan di sekolah "membaca atau menonton berita itu bagus, karena memberi informasi dan memberi wawasan luas.....". Tentunya anak-anak yang masih lugu akan mendengarkan apa yang dikatakan gurunya. Tetapi ketika menonton atau membaca berita, tersaji "Korban mutilasi, telah ditemukan mati mengenaskan, diperkirakan bagian-bagian tubuh korban telah berpencar.......", apa dampak, bagi si anak.Dan keesokan harinya si anak disajikan lagi, "Korban tawuran mati mengenaskan....."; Dan hari berikutnya lagi berita tentang"Aborsi". Sehingga bagi seorang anak yang tidak layak menyaksikan semua ini karena masih di bawah umur, sejak dini sudah diperkenalkan kekerasan dan kekejaman dunia. Ini lama kelamaan kejadian ini menjadi hal biasa bagi si anak dan ini akan sungguh berpengaruh besar bagi masa depannya, apakah itu dalam hidupnya atau sebagai pola pikirnya.

Belum lagi pemberian materi-materi dalam kasus tersebut, dijelaskan secara detail dengan kalimat-kalimat yang bisa dibilang "LEBAI" atau seperti ditunjukkan jasad korban tersebut baik disensor total , setengah atau bahkan sama sekali tidak disensor. Contohnya pernah saya saksikan di suatu saluran TV menyiarkan perlawanan antara Indonesia dengan pemberontak Aceh ketika itu masih ada GAM . Dalam tayangan itu diperlihatkan aksi perlawanan dari awal bermulai hingga korban berjatuhan. Selanjutnya disorot jasad seorang pemberontak Aceh dengan kepala pecah sebagian karena luka tembak dan tanpa disensor serta ditayangkan jam 7 malam.Apakah ini cara dan waktu penayangan yang tepat?

Contoh lain dalam sajian yang menyinggung agama atau ras, dengan menampilkan berita yang berlebihan mengenai kekerasan dari suatu golongan yang dapat memberikan pola pikir yang buruk bagi antar golongan , walaupun secara tak langsung. Seperti misalnya berita mengenai "TERORIS AL-QAIDA.....", "MILITAN TIMUR TENGAH.....". Bisa saja, sajian ini memberikan persepsi negatif bagi golongan lain terutama dari dunia Barat seperti Amerika terhadap kerasnya Timur Tengah, yang secara otomatis persepsi beralih ke agama.Sehingga Islam akan selalu disalahkan oleh beberapa pihak yang belum mengerti. (itupun kalau memang terorisnya TimTeng yang berasal dari ekstrimis Islam, kalau kenyataan mereka merupakan rekayasa konspirasi ?).

Berita-berita seperti inilah yang dapat memberikan pola pikir buruk bagi masyarakat dalam atau luar negeri. Sebagai contoh turis sedang berada di Indonesia , mereka menyaksikan berita itu di Indonesia tapi tidak ada berita baik , hanya berita buruk seperti bencana, kematian, dan kriminalitas. Mereka pasti akan berpendapat betapa buruknya Indonesia ini, sehingga berita dan persepsi ini disebarkan dan akibatnya akan timbul image secara global mengenai keburukan dan kebodohan bangsa Indonesia. Belum lagi dari rakyat sendiri yang selalu menyaksikan berita buruk tersebut yang telah berlangsung selama ini. Contoh lain saat ini selain kriminalitas, sedang ramai berita mengenai pencalonan warga biasa untuk menjadi caleg, dengan cara yang tidak menarik? misalnya menampilkan poster mereka sendiri di samping pahlawan nasional?kemudian berita adanya upaya menjual rumah mereka agar bisa menjadi caleg? menampilkan image anaknya yang artis walaupun bapaknya yang ingin menjadi caleg? Kebodohan caleg sebagai warga Indonesia akan terpaparkan di sini. Sehingga memberikan pola pikir bagi kita sendiri yang menimbulkan antipati terhadap negara sendiri sehingga hilanglah nasionalisme.

Kemudian mengenai berita infotaiment. Berita ini menghabiskan waktu masyarakat karena sangat digemari. Masyarakat begitu antusias mengikuti kasus dari suatu artis yang digunakan sebagai "tumbal" demi keuntungan perusahaan infotaiment. Ditambah lagi dengan berita kawin-cerai artis yang begitu sering, yang menimbulkan suatu gaya hidup baru bagi masyarakat, yaitu perselingkuhan, kawin muda, cerai-muda atau cerai-tua menjadi suatu hal yang biasa dalam kehidupan. Sehingga akibatnya meningkatnya kasus kawin cerai di tahun ini tidak hanya didunia selebritis tapi sudah melanda masyarakat biasa.

Mau contoh yang lain ? Coba ikuti , iklan yang sedang ramai seperti iklan berlangganan di handphone yang dikenal dengan REG SPASI BLA BLA BLA .Ini iklan yang menghabiskan waktu masyarakat dengan percuma.Iklan yang mengajarkan pemirsa untuk mendapatkan duit dengan mudah tanpa kerja hanya dengan undian (sepertinya sih undian, atau itu judi?).


Berita atau tayangan yang dibahas diatas ini sudah melanda kehidupan kita.Informasi yang disampaikan ini bisa memberikan hasil atau dampak yang berbeda.
Hal seperti ini dinamakan Subliminal Message, yaitu memaparkan suatu pesan kepada masyarakat dengan tersembunyi dengan melewati jauh dari medium persepsi pikiran manusia. Diterapkan secara tak langsung. Mungkin kita tak menyadari akan adanya pesan-pesan tersebut. Kita hanya menyaksikan suatu media yang biasa-biasa saja dengan berisikan materi yang biasa. Tetapi ada maksud-maksud tertentu jauh dari pola pikir kita. Perhatikan kalimat-kalimat dari suatu berita, tayangan atau permainan game tersebut, bisa saja memiliki makna tertentu, di mana menjelaskan suatu hal secara tak langsung.

Akhirnya memang peran dari perusahaan media massa , itu ingin menampilkan berita aktual dan tayangan yang menarik. Tetapi terkadang mereka lebih menampilkan sisi buruk dari masyarakat ini dan mereka memberikan informasi atau tayangan itu terlalu berlebihan. Apakah mereka akan menyadari dampak dari hal ini ? Saya ragu........